Karakteristik berpikir sistem

Pemikiran sistem menganggap realitas sebagai jaringan hubungan.

Pemikiran sistem memahami objek yang menarik sebagai sistem yang teratur, dan untuk ini menerapkan empat prinsip dasar, yaitu:

Prinsip posisi. Ada hierarki di dalam sistem, yaitu tatanan vertikal, yang bergantung pada tempat yang ditempati unsur-unsurnya. Ini juga direplikasi ketika menganalisis sistem sistem, yaitu suprasistem.

Prinsip hubungan. Hubungan yang ada antara unsur-unsur suatu sistem, atau antara sistem yang berbeda dari suprasistem yang sama, menghasilkan polaritas, gaya tarik-menarik atau tolakan, dan memungkinkan perumusan teori medan.

Prinsip pembatasan. Setiap sistem dibatasi oleh kontrol yang mengoreksi durasi, pengukuran, ritme, radius pengaruh, dan caral operasinya.

Prinsip kesetaraan. Sistem yang bergerak menuju tujuan tertentu dapat mencapainya melalui mekanisme yang berbeda, selama mereka merenungkan tujuan yang sama.

Selain itu, ada kriteria psikologis lain dari pemikiran sistem, yaitu:

Bahwa sifat-sifat esensial dari suatu sistem adalah milik keseluruhan, dan tidak ada bagian-bagiannya yang dapat memilikinya sendiri. Suatu sistem lebih dari jumlah bagian-bagiannya.

Semua analisis suatu sistem harus dilakukan dari mikro dan makro, sub dan supra, pada tingkat yang berbeda.

Bagian dari sistem adalah pola yang tertanam dalam jaringan hubungan.

Realitas adalah jaringan hubungan.