Piramida Relung berfungsi sebagai “kalender astronomi”.

Budaya Totonac terdiri dari dua kelas sosial-politik:

  • Para bangsawan. Mereka bertugas mengendalikan ekonomi dan agama. Kelompok ini terdiri dari cacique (yang memerintah), para pendeta (yang memimpin upacara pemujaan dewa-dewa, memiliki pengetahuan astronomi dan mengarahkan pengorbanan manusia) dan yang terkaya, pemilik tanah.
  • Rakyat jelata. Mereka terlibat dalam pertanian, artisanal, perikanan dan produksi batu, selain melayani sebagai pelayan di tanah para bangsawan dan di kuil-kuil. Kelompok ini terdiri dari mayoritas penduduk.

Perekonomian budaya Totonac didasarkan pada pertanian (mereka menanam cabai, tomat, jagung, kakao dan kapas), pada perdagangan (yang memungkinkan pengembangan kota untuk dapat menjual produk) dan pada barter produk dan jasa.

Besarnya kekuatan ekonomi yang dicapai oleh budaya Totonac dibuktikan melalui bangunan-bangunan piramida, monumen, rumah dan istana yang didekorasi dengan cermat.

Seni budaya Totonac diwujudkan dalam keramik, kerajinan dan patung (yang ditandai dengan penggunaan wajah tersenyum). Mereka juga mengembangkan arsitektur yang luar biasa untuk fasad mereka dengan relief berukir.

Budaya Totonac memperoleh pengetahuan penting tentang astronomi, yang memiliki pengaruh pada pembangunan monumen, seperti dalam kasus orientasi Piramida Relung, yang berfungsi sebagai “kalender astronomi”.