Karakteristik Ilustrasi

Pencerahan mengandalkan akal dan sains.

Secara umum, Pencerahan ditandai oleh:

Bertaruh secara terbuka dan total pada akal dan kemajuan manusia sebagai cara untuk membangun masyarakat yang lebih baik, lebih adil dan lebih bahagia. Ini berarti menghargai pengetahuan manusia dan menyebarkannya ke seluruh masyarakat, serta memerangi kebodohan, takhayul, dan fanatisme agama.

Memiliki pandangan antroposentris tentang dunia (yaitu, berpusat pada manusia, kapasitas dan kebutuhannya), yang mengarah pada sikap pragmatis terhadap kehidupan: hanya yang berguna yang sepadan dengan usaha.

Menganggap tradisi dengan cara yang hiperkritis, yang mengarah pada posisi reformis, yaitu: para pemikir yang tercerahkan mengambil warisan masa lalu dengan cara yang kritis dan skeptis, sehingga mereka cenderung mengoreksi, mengubah atau memodifikasinya, sebagai gantinya dari bersikap hormat dan hormat.

Bersikap optimis terhadap kehidupan (sangat kontras dengan tradisi bersalah abad pertengahan), yang dimulai dari menganggap manusia sebagai makhluk yang baik secara alami, meskipun kemudian dirusak oleh masyarakat.

Pendekatan sekuler dan sekuler terhadap masyarakat, yang menurunkan religiusitas dan Gereja dari pengelolaan masyarakat dan administrasi pengetahuan: pendidikan sekuler, iman pada sains, dan pertimbangan pengetahuan apa pun yang tidak berasal dari akal sebagai takhayul belaka.

Menentang tirani dan absolutisme monarki, mendukung republikanisme dan pembentukan masyarakat yang lebih bebas dan lebih egaliter, tipikal masyarakat borjuis yang akan muncul kemudian. Ini juga menyiratkan menentang masyarakat kasta yang diwarisi dari Abad Pertengahan.

Berbagai aliran filsafat dan budaya lahir di dalamnya, seperti Rasionalisme, Empirisme, Materialisme, Idealisme, Ensiklopedis, dan Universalisme.