Karakteristik lanskap pedesaan

Lanskap pedesaan menampilkan lahan yang dibatasi dan lahan pertanian.

Di antara karakteristik utama lanskap pedesaan adalah:

Tanah yang dibudidayakan. Ini adalah ruang yang diintervensi oleh tenaga manusia, baik untuk budidaya maupun untuk produksi hutan, yang mengalokasikan sangat sedikit ruang untuk pengembangan infrastruktur atau layanan publik.

Angkutan umum yang berkurang. Pengembangan layanan transportasi di daerah pedesaan jarang terjadi dan frekuensinya rendah. Rutenya biasanya menghubungkan rute utama dengan kota-kota terdekat.

Kepadatan penduduk yang rendah. Daerah pedesaan memiliki beberapa daerah pemukiman, dan rumah-rumah terpisah jauh satu sama lain. Mereka sebagian besar dihuni oleh karyawan yang bekerja di lapangan.

Vegetasi yang melimpah. Banyaknya tanaman, padang rumput, dan pepohonan tersebar di seluruh wilayah pedesaan dengan cara yang seragam, secara alami atau dengan campur tangan manusia.

Pembagian tanah. Daerah pedesaan memiliki lahan terbatas yang dapat berupa minifundios (sifat pertanian kecil yang tidak terlalu menguntungkan karena jenis tanahnya) atau latifundios (sifat besar dan sangat menguntungkan karena tanahnya yang kaya nutrisi).

Persentase pencemaran lingkungan yang rendah. Daerah pedesaan memiliki tingkat emisi karbon dioksida dan sulfur dioksida yang lebih rendah, dibandingkan dengan daerah perkotaan yang memiliki konsentrasi kendaraan dan transportasi yang tinggi.

Pariwisata pedesaan. Rumah pedesaan dan peternakan biasanya menjadi tujuan yang diminta oleh orang-orang yang tinggal di kota, untuk menikmati ketenangan dan relaksasi selama musim atau di akhir pekan.

Ini dapat melayani Anda: Pemandangan alam