Kelas stereotip

Stereotip dapat diklasifikasikan tergantung pada jenis populasi yang dihadapinya, misalnya:

  • Stereotip kelas. Mereka yang ada hubungannya dengan beberapa kelas sosial, dipahami sebagai seperangkat individu yang homogen. Misalnya: “Orang kaya tidak mencuri”, “Orang miskin tidak suka bekerja”.
  • Stereotip agama. Mereka yang berlaku untuk umat paroki atau praktisi agama, sering kali dalam kombinasi dengan kriteria etnis atau budaya. Misalnya: “Muslim terbelakang”, “Buddha lembut dan bijaksana.”
  • Stereotip rasial. Mereka yang ada hubungannya dengan kelompok etnis atau ras manusia tertentu, yang dikaitkan dengan ciri-ciri fisik, mental atau moral tertentu. Misalnya: “Orang kulit hitam tahu cara menari”, “Orang Asia pandai matematika”, “Orang Latin bersemangat dan kejam”.
  • Stereotip gender. Mereka yang menetapkan peran, perilaku, dan karakteristik tertentu pada dua jenis kelamin biologis, atau pada komunitas yang beragam jenis kelamin. Misalnya: “Perempuan tidak terlalu rasional”, “Laki-laki tidak setia”, “Homoseksual tidak bebas”.
  • Stereotip budaya. Mereka yang ada hubungannya dengan kebangsaan atau asal budaya tertentu. Misalnya: “Jerman adalah rasis”, “Orang Kolombia adalah penjahat”, “Orang Afrika itu miskin”.