Umum

keyakinan islam

Islam percaya pada keberadaan satu tuhan, Allah, pencipta, pemelihara dan penguasa Alam Semesta, yang telah diwahyukan kepada nabi yang berbeda sejak awal waktu, salah satunya bahkan Yesus dari Nazaret. Kenyataannya, kualitas-kualitas yang diatribusikan umat Islam kepada Tuhan tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh orang-orang Yahudi dan Kristen, meskipun dengan perbedaan yang cukup besar.

Misalnya, Tuhan Islam itu unik dan tak terpisahkan, tidak seperti dogma trinitas Kristen. Itu juga tidak terwakili, sehingga tidak mengizinkan penyembahan gambar atau representasi, seperti yang dilakukan Kekristenan (setidaknya Katolik, dengan orang-orang kudusnya). Lebih jauh lagi, teks sucinya, Al-Qur’an, adalah satu-satunya yang tidak disalahartikan selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, Islam meyakini adanya malaikat, yang merupakan makhluk ilahi yang berfungsi sebagai perantara antara manusia dan pencipta, dan yang tidak pernah melanggar perintah mereka.

Dia juga percaya pada takdir, dan bahwa kehendak Allah berada di balik segala sesuatu yang terjadi, berbahaya atau bermanfaat, karena apa yang dia tidak ingin terjadi, tidak mungkin terjadi.

Terakhir, Islam percaya pada kehidupan setelah kematian, serta penghakiman di hadapan Allah, di mana setiap orang akan diberikan kitab oleh para malaikat dengan pekerjaan duniawi atau sin-sin mereka. Ini akan terjadi pada Hari Kebangkitan atau menguap-al Qiyämah.