Konteks sejarah cararnisme

Modernisme mengakui ketidaksepakatan yang kuat dengan budaya borjuis yang berlaku pada saat itu, yang menjadikan gerakan ini sebagai pewaris pasca-romantisisme abad ke-19, mirip dengan arus artistik Art Noveau (Prancis dan Belgia), Gaya Modern (Inggris), Sezession (Austria), Jugenstil (Jerman), Liberty (AS) dan Floreale (Italia).

Menurut beberapa ahli teori, cararnisme bukan hanya gerakan sastra, tetapi juga refleksi artistik dari aspek yang jauh lebih besar, krisis spiritual di Barat yang dimulai pada abad ke-20 dan berlangsung hingga Perang Dunia Pertama. Krisis ini akan terdiri dari keinginan untuk menciptakan ketertiban di dunia yang tidak harmonis dan tidak stabil, dan bertepatan dengan implantasi definitif kapitalisme sebagai caral ekonomi dan sosial, serta penurunan monarki dan kerajaan besar, yang sebagian besar dibubarkan selama masa perang. Abad ke dua puluh.