Aspek yang berbeda dari sebuah karya seni membuatnya indah.

Kualitas estetis adalah ciri-ciri suatu benda sehingga dapat disebut “indah”. Dengan kata lain, mereka adalah unsur-unsur yang membuatnya berharga, dapat dihargai, relevan, atau transenden.

Untuk ini, kualitas harus ada dalam objek (katakanlah, dalam karya seni), tetapi mereka juga harus dapat dirasakan oleh pemirsa: estetika adalah apa yang ingin kita lihat dalam objek.

Dalam pengertian ini, ada tiga jenis kualitas estetika yang berbeda,

  • Kualitas sensorik. Itu membuat suatu objek menyenangkan indera, seperti teksturnya, warnanya, kecerahannya, timbre-nya, dll. Jelas, kualitas-kualitas ini dirasakan melalui indera dan bergantung pada kesenangan yang mereka timbulkan bagi yang mempersepsikan. Misalnya, nada melodi musik menghasilkan kesenangan saat dirasakan.
  • Kualitas formal. Itu ada hubungannya dengan cara unsur-unsur yang menyusunnya digabungkan dalam objek, atau hubungan yang dapat dirasakan di antara mereka. Misalnya, kombinasi kata yang membentuk puisi atau cara titik-titik dalam lukisan saling berhubungan.
  • Kualitas vital. Itu merujuk pada konten eksistensial atau pengalaman dari suatu objek, yaitu, pada ide-ide yang ditimbulkannya, perasaan yang ditransmisikannya atau pengalaman yang dipulihkannya. Kualitas-kualitas ini, tidak seperti yang sebelumnya, tidak berada dalam objek itu sendiri, tetapi dapat dicapai oleh pengamat melaluinya. Objek-objek yang paling banyak membangkitkan makna umumnya dianggap lebih baik atau lebih transenden.