Pelukis Romantisisme seperti Turner menggambarkan hubungan manusia dengan alam.

Lukisan Romantisisme berkembang dari abad ke-18 dan dicirikan dengan memberikan visibilitas pada emosi, penderitaan, dan penyelamatan warisan budaya abad pertengahan yang bertentangan dengan neoklasikisme.

Para seniman gerakan ini memberi nilai pada subjektivitas dan individualitas, mengesampingkan nalar dan mengutamakan yang seperti mimpi, gairah, imajinasi, dan irasional. Mereka bekerja sesuai dengan perintah inspirasi dan tidak ditugaskan.

Dalam karya-karya romantis, representasi lanskap, penggunaan alam sebagai sumber inspirasi dan hubungannya dengan manusia menonjol.