Konsep nilai lebih adalah inti dari doktrin Marxisme, yang pada dasarnya menganggapnya sebagai perampokan yang dilakukan kelas penguasa atas usaha pekerja, mempertahankan porsi nilai yang lebih signifikan dalam bentuk uang daripada yang diberikan melalui upah.

Berkat perjuangan pekerja dan serikat pekerja, yang banyak di antaranya menimbulkan banyak konflik sosial, politik dan budaya sepanjang abad ke-20, distribusi nilai lebih tersebut dapat dinegosiasikan kembali antara pekerja dan pengusaha, serta kondisi kerja.

Dengan demikian, jam kerja dijatah, eksploitasi dikendalikan dan, singkatnya, kapitalisme yang lebih manusiawi untuk kelas pekerja tercapai. Namun, menurut doktrin Karl Marx, perjuangan untuk membebaskan diri dari eksploitasi ini tidak akan berakhir sampai melepaskan kekuatan sejarah yang mengarah pada sosialisme.