Mengapa demokrasi gagal di Eropa setelah Perang Dunia I?

Mengapa demokrasi gagal di Eropa setelah Perang Dunia I?

Di seluruh Eropa, fasisme atau komunisme menang atas demokrasi, meskipun hanya untuk beberapa dekade. Penyebab kegagalan demokrasi ini sangat banyak. Mulai dari depresi ekonomi, seperti di Jerman; ketidakstabilan politik, seperti di Italia atau Spanyol; atau pengaruh bangsa yang lebih kuat, seperti di Eropa Timur.

Negara Eropa Timur mana yang mampu mempertahankan demokrasi politik di antara perang?

Cekoslowakia

Jenis pemerintahan apa yang paling umum di Eropa Timur?

Mayoritas pemerintah Eropa adalah republik. Di republik, pejabat terpilih mengatur tanah.

Apa bentuk sistem pemerintahan yang paling umum di Eropa?

Sebagian besar negara demokrasi di Eropa mengadopsi sistem parlementer. Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, antara lain, adalah anggota parlemen. Pengecualian utama adalah Prancis, yang rezimnya adalah presidensial.

Bentuk pemerintahan apa yang dimiliki hampir semua negara Eropa saat ini?

Pada 2015, semua negara anggota Uni Eropa adalah demokrasi perwakilan; namun, mereka tidak semua memiliki sistem politik yang sama, dengan sebagian besar perbedaan muncul dari latar belakang sejarah yang berbeda.

Apa negara-negara Eropa yang memiliki sistem federal?

Sistem pemerintahan UE dapat dibagi menjadi tiga jenis: Monarki Konstitusional: Belgia, Denmark, Spanyol, Belanda, Swedia, Luksemburg, dan Inggris. Republik Federal: Jerman dan Austria.

Apa negara paling tidak beragama di Eropa?

Negara-negara dengan orang terbanyak yang melaporkan tidak percaya pada roh, dewa, atau kekuatan hidup apa pun adalah Prancis (40%), Republik Ceko (37%), Swedia (34%), Belanda (30%), Estonia (29% ), Jerman (27%), Belgia (27%), dan Slovenia (26%).

Apa yang Anda lakukan jika Anda tidak memiliki agama?

Orang yang tidak beragama bisa disebut ateis atau agnostik, tetapi untuk menggambarkan hal, kegiatan, atau sikap yang tidak ada hubungannya dengan agama, bisa menggunakan kata sekuler. Jika tidak ada agama yang terlibat, maka Anda berada di “dunia sekuler” — sebagaimana orang terkadang menyebut segala sesuatu yang ada di luar agama.