Mengapa gerakan hippie muncul?

Kaum hippie muncul sebagai tanggapan terhadap kebijakan Keynesian yang diterapkan di Amerika Serikat setelah Perang Dunia II, dan yang bertujuan untuk mencapai negara kesejahteraan melalui organisasi kerja yang ilmiah dan rasional (“Taylorisme”) dan promosi kerja berantai (” Fordisme”), yang memiliki efek anonim dan homogenisasi pada kehidupan penduduk.

Model ini mendorong konsumsi konstan sebagai mekanisme pertumbuhan sosial dan ekonomi, yang menghasilkan jeda perjuangan balas dendam sosial di Amerika Serikat, mendorong kenyamanan dan gentrifikasi. Keluarga dengan demikian menjadi inti masyarakat, yang sangat dikontrol oleh nilai-nilai konservatif, seksis, rasis, religius dan sangat anti-komunis, yang dipromosikan oleh McCarthyisme pemerintah, di tengah Perang Dingin melawan komunisme (Korea, Vietnam, dll.).

Dengan demikian, para pemuda mengangkat panji perjuangan sosial, bergandengan tangan dengan pembebasan perempuan dan kesetaraan ras (“macan kumbang hitam”). Dengan demikian, kaum hippie memutuskan untuk menarik diri dari masyarakat dan membuat yang baru sendiri, menganut nilai-nilai lain yang tidak mengarah pada penghasutan perang dan supremasi.