Umum

Pembuatan mesiu

Pembakaran bubuk mesiu secara langsung tergantung pada ukuran granulasinya.

Untuk membuat bubuk mesiu, bahan-bahannya (saltpeter, batu bara, dan belerang) harus dihancurkan dan dicampur secara merata, dengan prosedur yang sebelumnya dilakukan dengan tangan, tetapi kemudian dapat dimekanisasi dengan alat pengepres yang digerakkan oleh air, misalnya. Bahan-bahannya harus digiling menjadi bubuk yang kurang lebih halus, karena pembakarannya tergantung langsung pada ukuran granulasinya.

Proses, metode pembuatan dan penanganan bubuk mesiu berubah seiring bertambahnya pengetahuan tentang campuran ini. Misalnya, pada awalnya campuran diangkut dari tempat pembuatannya ke tempat akan digunakan, yang sangat berbahaya karena risiko ledakan akibat guncangan atau perubahan suhu. Tetapi kemudian, mereka mulai mengangkut komponen secara terpisah dan dicampur di tempat di mana campuran itu akan digunakan (bubuk mesiu).

Masalah lainnya adalah ukuran butir yang diperoleh dalam proses penggilingan. Awalnya butiran sangat halus, yang menyebabkan mereka sangat menyatu dalam campuran (bertumpuk seperti yang terjadi dengan debu tepung misalnya). Ini berarti tidak ada cukup udara di antara biji-bijian, karena laju pembakaran lambat dan tidak merata.

Untuk mengatasi masalah ini, air ditambahkan ke dalam campuran untuk mendapatkan pasta homogen yang kemudian dikeringkan dan dipotong menjadi butiran dengan ukuran berbeda. Kemudian, dengan menggunakan ayakan, butir-butir tersebut dipisahkan menurut ukurannya yang berbeda. Butir yang lebih kecil digunakan untuk senjata kaliber yang lebih kecil (karena pembakarannya lebih cepat) dan butir yang lebih besar untuk senjata kaliber yang lebih besar (seperti meriam).

Bubuk hitam, misalnya, dikonsumsi terlalu cepat dalam senjata Eropa pada abad ke-15 dan ke-16, alasan lain mengapa ia mulai diproduksi dalam bentuk butiran yang seragam tetapi lebih besar.

Bubuk mesiu saat ini dibuat dari nitroselulosa (monobasic) atau nitroselulosa dan nitrogliserin (bibasic), yang membutuhkan nitrogenasi selulosa nabati dan perlakuannya dengan pelarut sampai diperoleh lembaran tipis yang kemudian dipotong kecil-kecil untuk kemudian dikeringkan. pembakaran.