Pengamatan dalam filsafat

Dari sudut pandang filosofis, observasi adalah suatu proses masuknya (input) ke dalam pikiran, yang memungkinkan masuknya informasi dari luar individu, yaitu dari realitas indrawi, melalui indera (penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan, perabaan). ). Dalam pengertian itu, itu adalah jembatan hubungan antara yang ada dan yang nyata, yang memungkinkan individu untuk membentuk penilaian mengenai apa yang diamati.

Gagasan ini adalah kunci dalam munculnya metode filosofis yang berbeda, dan terutama dalam tradisi empiris yang menghargai dunia yang masuk akal di atas dunia yang dapat dipahami atau rasional.

Namun, sepanjang sejarah manusia, pengamatan tidak lagi terlalu bergantung pada indranya, dan beralih ke tangan teknologi yang mampu diciptakannya untuk melengkapi atau bahkan menggantikannya. Jadi, di mana mata tidak mencapai, teropong atau mikroskop melakukannya, memperluas gagasan pengamatan di luar kedekatan empiris tubuh.