Penyebab konflik

Penyebab-penyebab yang memicu suatu konflik dapat terjadi secara sendiri-sendiri maupun bersamaan (multi-causal conflict). Di antara yang paling representatif adalah:

  • Kurang atau gagalnya komunikasi. Konflik muncul di antara para pihak karena kesalahpahaman atau kurangnya informasi. Misalnya: Seorang wanita berkelahi dengan pasangannya karena dia tidak memberi tahu dia bahwa mereka telah mengubah waktu pertemuan.
  • Ketidaksepakatan kepentingan. Konflik muncul di antara para pihak karena masing-masing pihak mencari keuntungan sendiri atau menutupi kebutuhan mereka dan ini bertentangan dengan pihak lain yang terlibat. Contoh: Suatu negara ingin memperoleh kedaulatan atas wilayah yang dimiliki negara lain.
  • Nilai tidak cocok. Konflik muncul karena pihak-pihak yang terlibat berbeda keyakinan, adat, atau nilai. Contoh: Dua orang yang berbeda agama masuk ke dalam diskusi karena masing-masing membela tradisi mereka sendiri.
  • Ketidakcocokan peran. Konflik timbul antara pihak-pihak yang terlibat, karena salah satu dari mereka mengklaim atau mencela pelanggaran hak mereka untuk kepentingan pihak lain. Misalnya: Seorang karyawan meminta atasannya untuk menghormati jadwal istirahatnya.
  • Ketidaksetaraan. Konflik muncul karena salah satu pihak mengalami ketimpangan sosial atau ekonomi yang ingin dihilangkan. Situasi konflik seringkali muncul karena kelangkaan sumber daya, meskipun kelimpahan sumber daya juga dapat menjadi sumber konflik. Contoh: Sekelompok warga mengadu ke pemerintah atas kenaikan pangan.