Rasionalisme dan Humanisme

Gerakan rasionalis memiliki kesamaan dengan humanisme, setidaknya dalam versi sekulernya, dalam arti menganggap akal manusia sebagai satu-satunya jalan yang benar menuju kebenaran sesuatu. Dengan demikian, rasionalisme menggantikan keyakinan agama yang telah berlaku dalam pemikiran Barat selama Abad Pertengahan.

Pergeseran ini memungkinkan munculnya pemikiran filosofis yang asing dengan agama, yang juga merupakan pusat doktrin humanisme, yang tujuan utamanya adalah menempatkan manusia, dan bukan Tuhan, sebagai pusat dunia. Ini tidak berarti bahwa rasionalisme adalah ateistik, karena tidak mengesampingkan atau menegaskan keberadaan Tuhan secara apriori.

Di sisi lain, humanisme sekuler mengusulkan visi manusia yang dinilai kembali dan layak, di mana visi rasionalis dan skeptis adalah fundamental, meskipun di dalamnya masalah etika manusia juga penting, sesuatu yang tidak direnungkan oleh kaum rasionalis. Dengan cara ini, tidak setiap rasionalis akan menjadi humanis.

Selengkapnya di: Humanisme