Rumus Daya

Daya mesin memberi tahu kita apakah itu bisa melakukan usaha.

Daya dihitung, secara umum, menurut rumus berikut:

P = E / t

E menyatakan perubahan energi atau perubahan usaha.

t mewakili waktu yang diukur dalam detik.

Namun, setiap jenis potensi diekspresikan melalui formulasinya sendiri, misalnya:

Daya mekanik. P (t) = Fv, meskipun jika ada rotasi benda padat dan gaya yang diberikan mengubah kecepatan sudutnya, kita akan menggunakan P (t) = Fv + M.ω sebagai gantinya. F dan M masing-masing akan menjadi gaya resultan dan momen resultan; sedangkan V dan adalah kecepatan titik di mana resultan dihitung, dan kecepatan sudut benda.

Daya listrik. P(t) = I(t). V (t), di mana I adalah arus yang mengalir, diukur dalam ampere, dan V adalah beda potensial (jatuh tegangan) yang diukur dalam volt. Dalam kasus hambatan, bukan penghantar listrik, rumus yang akan digunakan adalah P = I 2 R = V 2 / R, di mana R adalah hambatan bahan, diukur dalam ohm.

Daya pemanas. P = E / t, di mana E adalah energi panas yang disediakan, diukur dalam joule (J). Perhatikan bagaimana ia acuh tak acuh terhadap derajat panas.

Daya suara. P S = I s dS, di mana I s adalah intensitas suara dan dS unsur yang dicapai gelombang.