Sejarah keperawatan

Keperawatan berkaitan dengan intervensi ibu.

Pada zaman kuno dan bertentangan dengan pemikiran kebanyakan orang, profesi keperawatan dipraktekkan oleh laki-laki untuk sebagian besar sejarah. Ketika sekolah perawat pertama dibuka di India pada 250 SM, hanya laki-laki yang dianggap “murni” untuk bisa mempelajari profesi tersebut.

Asal usul perawatan pasien dan praktik keperawatan berkaitan dengan intervensi ibu, yang menjamin kelangsungan hidup. Memberi makan pada saat-saat pertama kehidupan seorang anak dianggap sebagai praktik pengasuhan tertua dalam diri seorang individu.

Pada masa para pemikir besar Yunani seperti Socrates atau Homer, telah diberlakukan bahwa tindakan pembersihan dan perawatan diri orang membuat mereka tetap hidup dan memberi mereka kualitas yang lebih baik.

Kekristenan sangat terkait dengan praktik asuhan keperawatan di biara-biara melalui perintah agama. Sebagai konsekuensi dari Perang Salib, permintaan yang kuat untuk rumah sakit mempromosikan penciptaan perintah militer yang secara eksklusif didedikasikan untuk keperawatan, di antaranya adalah Ksatria Teutonik, Ksatria Lazarus dan Ksatria Hospitaller Saint John dari Yerusalem. Hospital de Obispo Masona (abad ke-6) adalah rumah sakit Spanyol pertama yang didedikasikan hanya untuk perawatan orang sakit.