Sejarah manufaktur

Di satu sisi, manufaktur telah ada sejak awal umat manusia, karena kerajinan tangan, yang diproduksi melalui upaya manual individu yang terampil, telah menjadi kegiatan ekonomi umum setidaknya sejak Abad Pertengahan.

Namun, manufaktur cararn, yang dipahami di bawah standar industri saat ini, muncul sekitar tahun 1780, ketika Revolusi Industri membawa serta mekanisasi produksi, menggabungkan mesin (dan karenanya energi) ke dalam proses produksi.

Model produksi industri baru ini lahir di Inggris Raya pada abad ke-18, tetapi dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Serikat, dan kemudian ke seluruh dunia. Dampaknya terhadap masyarakat sangat besar: secara bertahap mengubah massa tani menjadi pekerja kelas pekerja, sehingga memunculkan proletariat.

Selain itu, ia merangsang migrasi ekonomi besar-besaran dari pertanian ke kota-kota. Oleh karena itu, ini merupakan bagian dari konsekuensi kebangkitan borjuasi sebagai kelas penguasa.

Akibatnya, ia meletakkan dasar bagi munculnya kapitalisme, berkat produksi massal, di mana Fordisme sangat penting: sistem produksi massal dan cepat yang muncul di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Namanya berasal dari penemunya, Henry Ford (1863-1947).