Sejarah matriarki

Ada kepercayaan di banyak masyarakat bahwa pernah ada tatanan matriarkal, sebelum yang tercatat dalam sejarah, yang akhirnya digulingkan oleh laki-laki untuk memaksakan patriarki yang berlaku. Namun, tidak ada bukti yang jelas tentang hal ini.

Di sisi lain, ada mitos masyarakat matriarkal seperti Selknam dari Tierra del Fuego, yang mengarah pada asumsi bahwa mungkin pada titik tertentu dalam sejarah manusia, perempuanlah yang menyusun masyarakat. Bagaimanapun, sejarah peradaban sebagian besar bersifat patriarki.

Namun, selama abad kesembilan belas banyak ahli teori, yang dipengaruhi oleh kontribusi Charles Darwin baru-baru ini tentang evolusi dan asal usul spesies, merumuskan pemahaman yang sama tentang budaya manusia. Maka lahirlah sebuah teori yang menyatakan bahwa masyarakat awal telah membentuk tatanan matriarkal awal, yang muncul dari pergaulan bebas seksual hewan.

Dalam hipotetis asli itu, perempuan menjalankan kekuasaan untuk memutuskan kepada siapa mereka memberikan keturunan, tetapi pada titik tertentu mereka digulingkan oleh tatanan patriarki yang berlaku hingga hari ini. Para filsuf dan antropolog seperti Lewis Henry Morgan dari Amerika atau Friedrich Engels dari Jerman sangat mendukung teori ini.

Ini tentu saja dapat ditafsirkan dalam banyak cara, tetapi tidak harus karena seksisme dalam masyarakat adalah karakteristik sifat manusia, apalagi untuk memprediksi prevalensi patriarki di masa depan spesies.