Sejarah mikroprosesor

Mikroprosesor muncul sebagai produk evolusi teknologi dari dua cabang spesifik: komputasi dan semikonduktor. Keduanya dimulai pada pertengahan abad ke-20, dalam konteks Perang Dunia II, dengan penemuan transistor, yang menggantikan tabung vakum.

Sejak itu, silikon digunakan untuk menghasilkan sirkuit elektronik sederhana, yang kemudian (awal 1960-an) mengarah ke penciptaan sirkuit digital pertama: Logika Transistor-Resistor (RTL), Logika Dioda Transistor (DTL), Logika Transistor-Transistor ( TTL) dan Emitter Complemented Logic (ECL).

Langkah selanjutnya menuju mikroprosesor adalah penemuan sirkuit terpadu (SSI dan MSI), sehingga memungkinkan awal agregasi dan miniaturisasi komponen. Kalkulator pertama yang menggunakan teknologi ini, bagaimanapun, membutuhkan antara 75 dan 100 sirkuit terpadu, yang tidak praktis. Dan langkah selanjutnya dalam perampingan arsitektur komputasi adalah pengembangan mikroprosesor pertama.

Prosesor pertama adalah Intel 4004 yang diproduksi pada tahun 1971. Ini berisi 2300 transistor dan dengan kapasitas hanya 4 bit dapat melakukan 60.000 operasi logika per detik, pada frekuensi clock 700 Hz. Sejak saat itu, perlombaan teknologi diinvestasikan dalam pengembangan microchip yang lebih baik dan lebih kuat: 8-bit, 16-bit, 32-bit dan 64-bit, saat ini mencapai frekuensi di atas 3 GHz.