Dalam keadaan padat, partikel-partikelnya sangat berdekatan.

Materi juga memiliki sifat-sifat fisik, yaitu sifat-sifat yang diturunkan dari perubahan bentuk penampilannya yang terkait dengan aksi kekuatan eksternal lainnya. Sifat fisik tidak berhubungan dengan komposisi kimia zat.

Di antara sifat fisik utama materi adalah:

Suhu. Ini adalah derajat panas yang disajikan materi pada suatu waktu, yang umumnya dipancarkan ke lingkungan ketika suatu zat memiliki suhu yang lebih tinggi dari lingkungannya. Suhu adalah derajat energi kinetik yang ditimbulkan oleh partikel-partikel suatu bahan.

Keadaan agregasi. Materi dapat muncul dalam tiga “keadaan” atau struktur molekul yang ditentukan oleh suhu atau tekanannya. Ketiga keadaan tersebut adalah: padat (partikel berdekatan, energi kinetik rendah), cair (partikel kurang rapat, energi kinetik cukup untuk materi mengalir, tanpa memisahkan sepenuhnya) dan gas (partikel sangat berjauhan, energi kinetik tinggi).

Konduktivitas atau konduktivitas. Ada dua bentuk konduktivitas: termal (panas) dan listrik (elektromagnetisme), dan dalam kedua kasus itu adalah kemampuan bahan untuk memungkinkan perpindahan energi melalui partikelnya. Bahan dengan konduktivitas tinggi dikenal sebagai konduktor, bahan dengan konduktivitas rendah sebagai semikonduktor dan bahan dengan konduktivitas nol sebagai isolator.

Titik lebur. Ini adalah suhu di mana zat padat berubah menjadi cair pada tekanan 1 atm.

Titik didih. Ini adalah suhu di mana tekanan uap cairan sama dengan tekanan yang ada di sekitar cairan. Pada titik ini cairan berubah menjadi uap. Ketika tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmosfer disebut “titik didih normal”.