Sifat fisik

Mereka menentukan cara dan keadaan di mana materi dapat dibagi.

Kepadatan. Istilah kepadatan berasal dari bidang fisika dan kimia dan mengacu pada hubungan yang ada antara massa suatu zat (atau benda) dan volumenya. Ini adalah sifat intrinsik materi, karena tidak tergantung pada jumlah zat yang dipertimbangkan. Misalnya, satu kilogram kayu dan satu kilogram timah mudah dibedakan berdasarkan kepadatannya, yang jauh lebih tinggi dalam kasus timah.

Titik lebur. Titik lebur adalah suhu di mana padatan berubah menjadi keadaan cair. Agar ini terjadi, panas harus diberikan pada padatan sampai suhunya melebihi titik leleh dan masuk ke fase cair. Sifat ini berbeda untuk setiap zat. Misalnya, timbal meleleh pada 327,3º C, aluminium pada 658,7º C dan besi pada 1530º C.

Elastisitas. Elastisitas adalah kemampuan materi untuk mendapatkan kembali bentuk aslinya, segera setelah penerapan gaya yang memaksanya untuk berubah (gaya deformasi) berhenti. Beberapa unsur memiliki memori bentuk, yaitu, mereka kembali ke bentuk aslinya segera setelah kita berhenti memaksa mereka untuk memiliki yang lain. Ini adalah kasus dengan karet atau karet, tetapi tidak dengan aluminium (yang tetap seperti saat berubah bentuk) atau kaca (yang tidak berubah bentuk, hanya pecah).

elastisitas adalah kemampuan material untuk memulihkan bentuk aslinya.

Kecerahan. Kecerahan adalah kemampuan materi untuk memantulkan spektrum cahaya tertentu dan khas dari unsur logam atau mineral. Kilau tersebut dapat berupa logam, adamantine, mutiara atau kaca, tergantung pada bahan yang kita gunakan sebagai referensi (logam, berlian, mutiara atau kaca).

Kekerasan. Kekerasan adalah ketahanan alami bahan tertentu untuk tergores atau ditembus oleh bahan lain. Misalnya, bahan seperti intan, yang memiliki kekerasan tinggi, lebih sulit ditembus daripada bahan seperti plester, yang memiliki kekerasan sangat rendah.

Titik didih. Titik didih adalah suhu di mana tekanan uap cairan sama dengan tekanan di luar cairan. Transisi fase cair-uap terjadi ketika suhu cairan melebihi titik didihnya. Untuk ini, panas yang cukup disuplai ke cairan, sehingga energi kinetik partikelnya meningkat banyak (energi yang mereka miliki karena pergerakannya) dan mereka lolos ke fase uap. Misalnya, titik didih air adalah 100ºC dan merkuri adalah 356,6ºC.

Titik didih adalah perpindahan dari wujud cair ke wujud gas.

Konduktivitas listrik. Konduktivitas listrik adalah sejauh mana bahan memungkinkan energi listrik untuk dilakukan melalui itu. Sifat ini tergantung pada struktur material dan suhu. Beberapa bahan adalah konduktor yang lebih baik daripada yang lain, misalnya, logam adalah konduktor yang baik. Ada juga bahan yang disebut isolator, yang tidak menghantarkan arus listrik. Misalnya: kaca, plastik, kayu dan karton.

Konduktivitas termal. Konduktivitas termal adalah sejauh mana suatu bahan dapat menghantarkan panas (panas dan suhu adalah konsep yang berbeda). Sifat ini tergantung pada struktur material, pada suhu, pada perubahan fase material (misalnya, air es), di antara faktor-faktor lainnya. Sebagian besar logam adalah konduktor termal yang baik, dan bahan seperti polimer adalah konduktor termal yang buruk. Beberapa bahan, seperti gabus, adalah isolator termal dan tidak secara langsung menghantarkan panas.