Sifat khusus materi

Sifat-sifat khusus materi diklasifikasikan menjadi:

Sifat fisik (menentukan bentuk dan keadaan di mana materi dapat diukur):

Kepadatan. Jumlah massa per satuan volume. Setiap bahan memiliki kepadatannya sendiri.

Titik lebur. Suhu di mana zat berubah dari padat menjadi cair (ini adalah sifat intensif zat padat).

Konduktivitas listrik. Kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik melalui strukturnya. Ada bahan yang merupakan penghantar listrik yang baik (seperti logam) dan bahan isolator (seperti kaca, plastik, dan kayu).

Konduktivitas termal. Derajat atau sejauh mana suatu bahan dapat menghantarkan panas. Suhu, perubahan fasa material, dan konduktivitas listrik mempengaruhi konduktivitas termal. Banyak logam memiliki konduktivitas termal yang baik, sedangkan polimer tidak memiliki konduktivitas termal yang baik, dan bahan seperti gabus adalah isolator termal.

Titik didih. Suhu di mana tekanan uap cairan sama dengan tekanan di sekitar cairan yang menyebabkan cairan berubah menjadi gas. Ketika suhu cairan melebihi titik didihnya, energi kinetik partikelnya (yang merupakan energi yang mereka miliki sebagai akibat dari gerakannya) meningkat pesat. Partikel akan memecah tegangan permukaan cairan karena peningkatan gerakan ini dan akan masuk ke fase uap.

Sifat kimia (mereka menentukan reaktivitas materi, yaitu, ketika suatu materi menjadi baru melalui reaksi kimia):

Reaktivitas. Kemampuan suatu zat untuk bereaksi dengan adanya zat lain.

Hal mudah terbakar. Kemampuan suatu zat untuk terbakar. Pembakaran adalah reaksi oksidasi yang terjadi dengan cepat, dan jika tidak dikendalikan dapat menyebabkan ledakan. Bahan bakar, seperti bensin, adalah zat yang memiliki daya bakar yang tinggi.

Keasaman. Karakteristik bahwa suatu zat harus berperilaku seperti asam. pH asam yang terlarut dalam air kurang dari 7, sedangkan air murni memiliki pH = 7.

alkalinitas. Kemampuan suatu zat untuk melawan efek asam, yaitu menetralkannya.