Sinar matahari dan cahaya buatan

Sumber cahaya tradisional bagi umat manusia adalah yang berasal dari Matahari, yang terus-menerus memancarkan cahaya tampak, panas, sinar ultraviolet, dan jenis radiasi lainnya.

Sinar matahari sangat penting untuk fotosintesis dan untuk menjaga suhu planet dalam kisaran yang sesuai dengan kehidupan. Ini mirip dengan cahaya yang kita amati dari bintang-bintang lain di galaksi, meskipun jaraknya miliaran kilometer.

Sejak awal manusia telah mencoba untuk meniru sumber cahaya alami ini. Awalnya ia melakukannya dengan menguasai api, dengan obor dan api unggun yang membutuhkan bahan yang mudah terbakar dan tidak terlalu tahan lama.

Kemudian ia menggunakan lilin lilin yang menyala secara terkendali, dan jauh kemudian ia menciptakan lampu jalan yang membakar minyak atau hidrokarbon lainnya, sehingga memunculkan jaringan penerangan perkotaan pertama, yang kemudian digantikan oleh gas alam. Akhirnya sampai pada penggunaan listrik, versinya lebih aman dan lebih efisien.

Lanjutkan dengan: Teori warna