Jika sintaksis adalah studi tentang keteraturan dalam tata bahasa, maka semantik adalah studi tentang makna. Artinya, referensi yang kita kaitkan dengan setiap kata, yang jauh dari unik dan tetap, sebenarnya beroperasi sebagai awan, yaitu, satu set asosiasi yang mungkin, dari mana hanya satu yang harus dipilih.

Kita dapat menyadari hal ini jika kita mencari arti sebuah kata dalam kamus, dan kita melihat bahwa akan ada beberapa yang lebih sentral, yaitu, lebih dekat dengan arti yang tepat dari kata tersebut, tetapi akan ada yang lain lebih jauh, itu adalah, lebih figuratif, metaforis, atau jauh. Contohnya:

Rumba

  1. Flamenco menempel dengan ritme yang bahagia.
  2. Menari yang adalah dilakukan dengan suara dari para rumba.
  3. Afro-Cuban populer tarian yang sedang dilakukan dengan disertai oleh perkusi instrumen.
  4. Musik yang menyertai untuk para rumbaafrocubana.
  5. Ant., Bol., Ec., El Salv., Hond., Nic., Pan., Peru dan Ven. Pesta atau pesta.

(Diambil dari Dictionary of the Language of the Royal Spanish Academy)

Seperti yang akan kita lihat, ada banyak arti yang serupa, tetapi hanya satu yang dapat digunakan pada satu waktu, sehingga ketika menggunakan bahasa kita dipaksa untuk memilih setiap arti, sama seperti kita memilih setiap tempat untuk meletakkannya (sintaks).

Selengkapnya di: Semantik