Teori motivasi

Studi tentang motivasi mencakup perspektif dan pendekatan yang berbeda, dari berbagai cabang dan bidang pengetahuan psikologis. Secara garis besar, kita dapat mengidentifikasi empat teori berbeda seputar topik ini:

Teori konten. Ini mengusulkan pemahaman motivasi berdasarkan hubungannya dengan kebutuhan manusia, seperti yang dipahami Maslow dalam piramidanya yang terkenal, di mana ia mewakili hierarki kebutuhan manusia. Jadi, menurut pendekatan motivasi ini, di baliknya selalu ada semacam kebutuhan yang tidak terpuaskan.

Teori insentif. Pendekatan ini mengasumsikan motivasi sebagai hasil dari suatu stimulus atau insentif, material atau sifat lain, yang mempengaruhi perilaku secara positif (menghasut tindakan) atau negatif (menghambat tindakan). Insentif ini disebut penguat, dan efeknya masing-masing akan menjadi penguatan positif (mereka menawarkan kemungkinan hadiah) atau negatif (mereka menawarkan kemungkinan hukuman).

Teori reduksi penggerak. Teori ini berangkat dari pertimbangan bahwa manusia memiliki dorongan dasar yang mendasar (lapar, haus, dll) yang seiring berjalannya waktu, memperoleh kekuatan dan motivasi jika mereka tidak puas, dan dengan cara yang sama ketika mereka puas mereka kehilangan kekuatan, bahwa adalah, dikurangi.

Teori disonansi kognitif. Ini bukan teori tentang motivasi, tetapi dapat diterapkan padanya. Ini menetapkan bahwa individu secara aktif mencoba untuk mengurangi perasaan disonansi subjektif mereka sehubungan dengan dunia di sekitar mereka, keinginan atau perasaan mereka sendiri, dan orang lain. Artinya, orang memiliki dorongan motivasi yang mengarahkan mereka untuk mengambil tindakan untuk secara langsung atau tidak langsung memperbaiki penyakit dan persepsi lainnya.